Tuesday, July 7, 2020

TAWADHU’, TAAT, QANA’AH DAN SABAR

A. RINGKASAN MATERI

1. TAWADHU’

Tawadhu’ adalah sikap rendah hati, dengan tawadhu’ seseorang akan menjadi indah budi pekertinya baik terhadap sesama maupun terhadap Allah SWT.

Sabda Rosul SAW :

Artinya: “ Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku “Bertawadhu’lah kamu”, sehingga seseorang tidak berlaku sombong terhadap yang lain, dan seorang tidak berlaku curang atas orang lain”. (H.R. Muslim)

 

                Sebagian dari perwujudan sikap tawadhu’ yaitu tiada sikap bermegah-megahan (sombong, congkak, takabur) serta berlaku curang terhadap orang lain.

Firman Allah SWT:

Artinya:   Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang - orang yang berjalan di atas bumi  dengan  rendah hati dan apabila orang- orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan”

                (Al – Furqan : 63)

               

Dengan demikian tawadhu’ berarti bersikap rela  untuk melenyapkan kesombongan yang ada dalam dirinya dan merasa rendah hati di hadapan orang lain. Karena itu Islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk menjauhi sifat sombong dan memerintahkan untuk menghiasi diri dengan sifat tawaddlu’. 

Contoh perilaku Tawadhu’ antara lain:

a.       Seseorang yang mempersilakan duduk untuk orang ‘alim terlebih dahulu.

b.       Seseorang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi, tetapi tidak segan untuk mengunjungi orang-orang yang menjadi bawahannya

c.     Seseorang yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak sombong.

 

2. TAAT

Taat artinya tunduk, patuh atau setia. Taat berarti tunduk dan patuh terhadap perintah ataupun larangan seseorang atau peraturan yang berlaku. Taat kepada Allah merupakan iman dalam bentuk perbuatan yang berarti tunduk dan melaksanakan segala perintahNya serta menjauhi larangan Nya.

Firman Allah SWT:

 

Artinya: “Hai orang – orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rosulNya, dan ulil amri (Pemerintah) diantara kamu”. (Q.S. An-Nisa’ : 59)

 

Firman Allah SWT yang lain :

Artinya: “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya, takut dan bertaqwa kepadaNya, itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan”.

              (Q.S. An-Nur : 52)

 

                Dari ayat di atas dijelaskan bahwa dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, ada persyaratan yang harus kita penuhi yaitu ikhlas, dengan ikhlas mengerjakan  perintahNya tanpa  mengharap  imbalan materi  melainkan karena ridho Allah  dan  dengan  menjauhi larangan berarti tanpa merasa berat dan paksaan.

 

Contoh Perilaku Taat, antara lain:

a.       Melaksanakan rukun Iman kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, dan Qadla dan Qadar Allah SWT.

b.       Melaksanakan rukun Islam, yaitu membaca 2 kalimat Syahadat, melaksanakan sholat 5 waktu, berpuasa wajib di bulan ramadhan, melaksanakan zakat dan Haji bagi yang mampu.

c.       Mentaati peraturan yang dibuat pemerintah dan pihak-pihak tertentu yang berkuasa dan selalu mengikuti aturan atau norma sosial.

d.       Patuh dan taat kepada perintah orang tua yang telah mendidik dan membesarkan kita dengan susah payah.

 

3. QONA’AH

Qona’ah artinya rela menerima apa adanya dan menjauhkan diri dari sifat tidak puas terhadap ketentuan Allah. Jadi qona’ah dapat diartikan merasa cukup dalam menerima hasil dengan rasa syukur dan lapang dada.

Sabda Rosul SAW :            

Artinya: “Dari abu Hurairoh ra. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bukankah kekayaan itu banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati”.

(H.R. Mutafaqun ‘alaih)

 

A.       Contoh perilaku Qonaah antara lain:

  1. Senantiasa berfikir positif (positive Thinking), menerima ujian, cobaan, kegagalan, bahkan nikmat dari Allah SWT.
  2. Bekerja keras dan tetap optimis
  3. Tidak berlebih-lebihan artinya membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan.

 

B.       Manfaat Qonaah dalam kehidupan

1.       Jiwa akan menjadi tenteram

2.       Terhindar dari sifat tamak dan rakus

3.       Menjadikan hati sabar dan penuh ketabahan atas ujian dan segala cobaan dari Allah Swt.

4.       Terhindar dari kekhawatiran yang berlebihan dan rasa was-was

5.       Selalu puas dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah Swt.

 

4. SABAR

Sabar berarti menahan diri dalam menanggung penderitaan, baik saat menghadapi sesuatu yang tidak diingini ataupun kehilangan sesuatu yang disenangi. Sabar berarti juga tahan uji, kuat menderita, tidak mudah putus asa, pantang menyerah dan berusaha sekuat tenaga dalam menyelesaikan masalah sambil berserah diri kepada Allah SWT.

 

Firman Allah SWT :  

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah sabar dan sholat sebagai penolongmu,  sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.( Q.S. Al-Baqoroh : 153 )

 

                Sifat sabar perlu ditanamkan pada diri kita masing-masing, bersabar  hakekatnya adalah bahwa semua cobaan, ujian dan musibah yang dihadapi merupakan ketentuan dari Allah. Sabar ada 3 macam, yaitu sabar dalam berbuat, sabar dalam menderita dan sabar dalam menahan marah.

  1. Sabar dalam menghadapi musibah (…………………………………………….)

Sabar dalam menderita berarti sabar dalam menghadapi cobaan. Ia tidak akan mengeluh dan putus asa, tetapi menyerahkan semuanya itu kepada Allah SWT. Kita harus berusaha jangan sampai melanggar ketentuan agama dan tetap sabar dalam menerima musibah. Karena kita yakin bahwa yang memberikan musibah adalah Allah SWT sebagai cobaan.

Allah SWT berfirman sebagai berikut :

 

Artinya : “ Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang   yang   apabila  ditimpa   musibah   mereka  mengucapkan ‘Innalillahi wa inna ilaihi rajiun’.” (Q.S. Al-Baqarah : 155-156)

 

“Siapa sabar dalam manghadapi musibah, ditingkatkan kedudukannya 300 derajat, jarak antara derajat yang satu dengan lainnya, sejauh langit dan bumi”. (Zubdatul Wa’idziin)

 

  1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah (                                                                  )

Sabar  dalam melakukan perintah Allah SWT. dan menghindari larangan-larangan-Nya.

a.       Misalnya ia akan tekun mengerjakan shalat secara teratur tepat waktu dengan penuh kesabaran dalam menjalankannya.

Allah SWT berfirman :

 

Artinya : ”Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah  yang  memberi  rizki  kepadamu. Dan  akibat (yang  baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Q.S. Thaha : 132)

 

b.       Sabar ketika menjalankan puasa Ramadhan, meskipun tidak makan dan minum mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya :

 

Artinya : “Puasa itu setengah dari sabar dan sabar itu setengah dari iman.”

               (HR. Al-Baihaqi)

 

“Siapa sabar dalam menjalankan taat/ibadah, ditingkatkan kedudukannya 600 derajat, jarak antara derajat yang satu dengan lainnya, sejauh permukaan bumi teratas dengan landasan bumi ke tujuh”. (Zubdatul Wa’idziin)

 

  1. Sabar dalam menahan diri berlaku maksiat ( ……………………………………………….)

Dalam hidup dan kehidupan sehari-hari seringkali menjumpai kemaksiatan yang merajalela. Di jalan-jalan, di mall, di televisi dan sebagainya. Sebagai  seorang mukmin maka kita harus menjauhkan diri dari perbuatan tersebut dan ikut terjerumus ke dalam lembah kemasiatan agar senantiasa mendapat rahmat dari Allah Swt.

Maksiat adalah segala sesuatu yang dilarang agama dan yang menimbulkan murka Allah Swt.

Misalnya;

    1. Sabar ketika melihat salah seorang minum-minuman keras untuk tidak ikut-ikutan minum-minuman keras, menjajal narkoba karena akibatnya merusak diri kita sendiri. Kalau bisa malah kita menasihati dengan cara yang baik
    2. Sabar dalam menahan marah artinya sabar dalam menghadapi sesuatu yang dapat menimbulkan kemarahan.
    3. Sabar ketika dinasihati orang tua dan guru, diam dan tidak melawan (Bahasa Jawa; meweli) 

 

Orang yang sabar akan menghadapinya dengan tenang dan menyelesaikannya dengan bijaksana. Allah SWT akan mengasihi orang-orang yang sabar. Mereka akan mendapatkan berkah, rahmat dan petunjuk-Nya. Karena itu orang-orang yang sabar akan selalu didampingi dan disertai oleh Allah SWT.

Firman Allah SWT :


 Artinya : “Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurnah dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah 

orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al Baqarah : 157)

 

“Siapa sabar dalam menahan diri berlaku maksiat, ditingkatkan kedudukannya 900 derajat, jarak antara derajat yang satu dengan lainnya, sejauh ‘Arasy dan bumi”. (Zubdatul Wa’idziin)

 

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

1.       Membaca ayat-ayat pilihan kurang lebih 5 sampai 10 menit.

2.       Guru memberikan penjelasan pokok-pokok materi yang akan diajarkan.

3.       Kelas dibagi menjadi 5 kelompok, dan mendapatkan tugas yang berbeda.

4.       Masing-masing kelompok membahas topik yang diberikan.

5.       Selesai kerja kelompok, hasilnya dipresentasikan didepan kelas, oleh perwakilan kelompok.

6.       Guru menjadi fasilitator dan memberikan penilaian terhadap kinerja siswa.

 


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

    Followers

    pengunjung